Home » , » Menang Atas Kehilangan

Menang Atas Kehilangan




Menang Atas Kehilangan
Motivasi - Kehilangan Adalah Sebuah Pengalaman Yang Dapat Dialami Oleh Setiap Orang,Tidak Peduli Apakah Anda Pria Atau Wanitaa, Tinggal Di Kota Atau Desa, Miskin Atau Kaya, Pengusaha Atau Rakyat Jelata, Orang Muda Atau Lanjut Usia, Pengalaman Tidak Mengenal Agama Ataupun Suku Bangsa, Ias Bersifat Universal Sehingga Tidak Seorang Pun Dapat Luput Daripandanya.
Pengalaman Kehilangan Ini Dapat Munculdalam Berbagai Bentuk Yang Berbeda -Bada, Ada Orang Yang Kehilangan Harta, Ada Pula Yang Kehilangan Orang Dicintainnya, Ada Orang Yang Kehilangan Pekerjaan Ada Pula Yang Kehilangan Tempat Tinggalnya, Ada Orang Yang Kehilangan Jabatan Dan Ada Pula Yang Kehilangan Kesempatannya, Bahkan Pada Akhirnya, Setiap Orang Akan Kehilanngan Nyawanya.
Maka Kketika Saya Berfikir Lebih Dalam, Saya Sampai Pada Satu Kesimpula,Bahwa : “Hidup Adalah Rangkaian Pengalaman Tentang Kehilangan.” Kesimpulan Ini Bisa Jadi Merupakan Sesuatu Yang  “Menakutkan” Bagi Banyak Orang, Sehingga Tidak Heran Bila Sangat Sedikit Yang Berani Membicarakannya Secara Terbuka.
Tetapi Karena “Pengalaman Kehilangan” Adala Sebuah Realita Hidp Manusia, Maka Terbaik Dan Paling Bijaksana Adalah Supaya Kita Belajar Mengenali San Menang Atas “Kehilangan” Itu Sendiri. Bila Tidak, Kta Akan Menjadi Orang-Orang Yang Hidup Dalam Kesedihan Dan Kekecewaan Tak Berujung.
Sebagai Seorang Motivator, Sudah Menjadi Pekerjan Saya Membuat Untuk Mmembuat Seseorang Bergerak Maju, Bekerja Dengan Antusia Dan Penuh Semangat. Guna Mendapatkan Suatu Hasil Yang Lebih Baik Dan Semakin Baik, Namun Semakin Banyak Orang Yang Saya Temui, Saya Semakin Menyadai Bahwa Ternyatamenolong Orang Untuk Mendapatkan Sesuatu Barulah Setengah Perjalanan Karir Seoranng Motivator Sejati.
Sesungguhnya, Perjalanan Hidup Untuk Mendappatkan Dan Mempertahankan Sesuatu, Hanya Satu Sisi Mata Uang, Sisi Yang Lain Daripada Kehiduppan Manusia Berbicara Mengenai Kehilangan Apa Yang Pernah Didapat, Pada Saat Diberikan Oleh Kecerdasan Emotional (Eq), Seorang Yang Sedang Mengalami Kehilangan Hanya Dapat Dicerahkan Secara Tuntas Oleh Kecerdasan Spiritual (Sq),Seperti Yang Akan Kita Bahas Kali Ini, Renungkan Kisah Berikut...
Kisah Seorang Pemburu
Diceritakan Tentang Dua Orang Sahabat Yang Tinggal Di Suatu Desa,Mereka Memiliki Kesenangan Yanng Sama, Yakni: Berbur, Pada Suatu Hari, Ketika Mereka Sedang Di Tenggah Hutan Tiba-Tiba Seekor Harimmau Muncul Siap Menerkan Mereka Berdua, Dengan Sekuat Tenanga Kedua Sahabat Bergelut Dengan Harimau Yang Sangat Kuat Itu, Dan Harimau Itupun Berhasil Dikalahkan.
Namun Akibat Dari Pertempuran Sengit Itu, Salah Satu Dari Mereka Kehilangan Tiga Jari Tangan Kananya, Sementara Sahabat Yang Satu Lagi Kehilangan Seluruh Jari Tangan Kanan Dan Kirinya, Dengan Bantuan Seorang Yang Tangan Tengah Lewat, Kedua Sahabat Berhasil Kembali Kerumah  Dengan Selamat, Setelah Perawata Selama Tiga Bulan, Luka-Luka Mulai Sembuh Dan Mereka Siap Memulai Hidup Baru.
Tetapi Dengan Bejalannya Waktu, Sahabat Yang Kehilangan Tiga Jari Sering Muncul Dan Kehilangan Gairah Hidup, Ia Sering Marah Dan Mengurung Di Dalam Rumah, Ia Sering Bercerita Betapa Kecewannya Dia Dengan Ketiga Jarinya Yang Telah Hilang.
Bagaimana Dengan Sahabat Yang Kehilangan Sepuluh Jari? Apakah Mmurung Dan Tersiksa Olleh Rasa Kecewa Yang Lebih Besar? Ternyata Tidak, Ia Masih Bisa Tersenyum Dan Mampu Menatap Masa Depan Dengan Penuh Gairah.
Pertanyaannya Adalah : Mengapa Mereka Sangat Berbeda Dalam Hal Meresponi Kehilangan Yang Mereka Alami? Ketiga Poin Di Bawah Ini Merupakan Jawabannya.
1.      Tak Ada Yang Kebetulan
Ketika Anda Kehilangan Sesuatu Yang Berharga, Seperti Kehilangan Pekerjaan, Usaha Bangkrut, Kehilangan Kesehhatan Atau Ditinggal Pergi Orang Yang Anda Cintai, Hal Yang Normal Bila Anda Menngis Dan Bersedih Hati,Namun Jangan “Kehilangan” Itu Menguasai Dan Meruntuhkan Hidup Anda Selamanya, Bangkit Dan Sadarkan Diri Anda Tidak Ada Satupun Yang Terjadi Karena Kebetulan, Termasuk Juga Di Dalam Kehilangan Yang Tangah Anda Alami.
Dibalik Semua Kejadian Selalu, Sekali Lagi Saya Katakan, Selalu Ada Maksud Dan Tujuan Yang Baik, Memang, Pada Waktu Kita Sedang Berada Di Tengah Titik Kehilangan Itu, Tidak Selalu Mudah Untuk Mengenali Maksud Dan Tujuan Baik Yang Dikandungnya, Tetapi Bila Saja, Memulai Kehilangan Itu, Kita Dpat Belajar Untuk Lebih Kuat Mengahadapi Kehilangan Berikutnya, Bukankah Hal Tersebut Telah Menjjadi Sesuatu Yang Baik Dan Berharga?
Jadi, Sekali Lagi Mari Kita Belajar Untuk Percaya Bahwa Tidak Ada Kejadian, Bahkan Yang Paling Buruk Sekalipun, Yang Terjadi Secara Kebetulan Atau Diluar Ijin Sang Pengusaha Dunia Ini, Ditengah Kehilangan, Yakinkah Diri Anda Bahwa Tuhan Masih Mengontrol Dunia Ini, Termasuk Hidup Anda, Lebih Dari Itu Yakinkan Diri Anda Bahwa Tuhan Tidak Mungkin Merencanakan Kecelakaan Untuk Umatnya, Karena Hal Itu Melawan Naturnya, Yang Adalah Baik, Kudus, Dan Adil, Karena Itu, Jangan Putus Asa, Dan Jangan Pernah Menyerah!
2.      Menghitung Yang Teersisa
Pemburu Yang Kkehilangan Tiga Jari Menjadi Kecewa Dan Tidak Mampu Bersyukur Karena Ia Terlalu Sibuk Menghitung Apa Yang Telah Hilang Darinya, Memang, Ketika Pikiran Kita Difokuskan Pada Apa Yang Telah Hilang Maka Kkehilangan Tiga Jari Bisa Terasa Menjengkelkan.
Bila Dibayangakan, Hidup Pastilah Tidak Senyaman Seperti Waktu Memiliki Jari Llengkap,Bekerja Pasti Lebih Susah, Belum Llagi Perasaan Malu Bila Berjabat Ytangan Dengan Seseorang, Wah Betapa Sedihnya, Betapa Repotnya, Dan Betapa Malunya Kehilangan Tiga Jarinnya.
Tetapi Pemburu Yang Satu Lagi Tidak Menfokuskan Pikirannya Unntuk Menghitung Sepuluh Jari Yang Telah Hilang, Karena Ia Sadar Jari Itu Tidak Mungkin Lagi Dapat Kembali,Ia Menolak Untuk Menjadi Korban Kejadian Masa Lalu.
Karena Itu, Ia Memilih Untuk Menghitung Apa Yang Tersisa Dallam Hidupnya, Maka Kemudian Setiap Pagi, Ia Besyukur Bahwa Ia Masih Diberikan Kesempatan Untuk Hidup, Dia Saddar, Di Hutan Itu Sesuatu Yang Jauh Lebih Buruk Bisa Saja Terjadi Kepadanya, Ia Bisa Saja Kehillangan Nyawa !
Maka Kemapuan Kita Bersyukur Sangat Tergantung Cara Kita Menghitung, Bila Kita Menghitung Dari Apa Yang Hilang, Maka Pastilah Kita Akan Sulit Bersyukur, Sebaliknya, Bila Rasa Syukur Berangakat Dari Apa Yang Tersisa, Mungkinkah Rasa Syukur Itu Akan Berekhir
3.      Mendapat Sang Pemberi
Pppoin Yang Ketiga Ini Jaauh Lebih Penting Dibandingkan Poin Yang Pertama Dan Kedua Diatas, Untuk Dapat Menghadapi Kehilangan Maka Seseorang Maka Seseorang Harus Naik Kelas Dari Pemahaman Spiritual : “Aku Ingin Mendapat Ini-Itu Dari Tuhan” Menjadi  “ Aku Ingin Mendapatkan Tuhan Itu Sendiiri (Sang Pemberi Ini-Itu).”
Maksudnya Bbegini: Banyak Orang Yang Beragama, Kemudian Berbuat Baik Atau Hidup Saleh Karena Mereka Berharap, Melalui Semua Perbuatan Baik Mereka, Hidup Mereka Diperlancarr, Keluarga Mereka Dijagai, Usaha Mereka Dibuat Berhasil, Tubuh Mereka Disehatkan.. Oleh Yang Namanya Tuhan.
Silahkan Baca Lagi Kalimat Diatas, Dan Renungkan Sebentar, Kalau Anda Dapat Memahami Konsep Penting Ini Maka Anda Akan Meresponi Kehilangan, Bahkan Hidup Secara Keseluruhan Secara Berbeda, Perhatikan,  Pada Kalimat Diatas, Yang Menjadi Tujuan Akhiradalah “Mendapat Ini-Itu” Dari Tuhan.
“Artinya Adalah: Tuhan Berperan Sebagai “Alat”. Sekali Lagi, Tuhan Ditempatkan Hanya Sebagai Alat Untuk Mendapatkan Ini-Itu.”
Resiko Bagi Yang Memiliki Pemahaman Seperti Diatas Adalah, Ketika Suatu Hari Ia Ditimpa Kemalangan Dan Mengalami, Ia Akan Merasa Sangat Kecewa, Frustasi, Putus Asa, Berhenti Berbuat Baik Dan Kemudian Mulai Mengutuki Seerta Mmeninggalkan Tuhan.
“ Mengapa Ia Mengutuki Dan Meninggalkan Tuhan? Alasannya Sangat Sederhana: Karena Tuhan Tidk Bekerja Sesuai Dengan Apa Yang Diharapakan Oleh Orang Tersebut.”
Maka, Ketika Saya Pikirkan Lebih Dalam Lagi Tentang Konsep Ini, Maka Yang Paling Menarik Adalah: Dari Konsep Pemahaman Seperti Diatas, Ternyata, Sebetulnya Yang Tengah Berperan Sebagai Tuhan, Bukanlah Tuhan Melainkan Manusia Tang Tengah Berharap “Ini-Itu” Tersebut.
Maka, Sekali Lagi, Saya Terjadi Adalah: Tuhan Lebih Dari Sekedar Alat Untuk Mendapatkan Apa Yang Diinginkan Olleh Manusia, Jelas, Ini Adlah Pemahaman Yang Terbalik Dan Keliru, Dan Tentu Saja Sangat Berbahaya Bagi Jiwa Seseorang.
Itulah Sebab, Saya Menawarkan Pemahaman Lain Dalam Merespon Kehilangan, Mari Kita Naik Kelas Dari Sekedar Mengaharapkan Ini-Itu Dari Tuhan, Menjadi Ingin Mendapatkan Tuhan Itu Sendiri. Hanya Dengan Pemahaman Yang Baru Inilah, Maka Hubungan Kita Dengan Sang Pencipta, Tulus Didasarkan Pada Cinta Kita Kepadanya, Dan Bukan Kita Kepada Pemberiannya, Artinya, Wak Kaya Ataupun Miskin, Waktu Sehat Ataupun Sakit, Kia Mampu Mengucap Syukur Dan Tidak Berhenti Berbuat Baik Apalagi Sampai Mengutuki Dan Meninggalkan Dia.
Maka Di Level Pemahaman Yang Baru Inilah Manusia Dapat Berkata:
“Ditengah Dunia Yang Fana Ini,, Aku Dapat Kehilangan Segala-Galanya, Namun, Kendati Aku Kehilangan Segala-Galanya, Aku Ingin Pastikan Bahwa Aku Mendapatkan Sang Pemberi,Sumber Segala-Galanya, Dan Bagiku Itulah Yang Paling Berarti!.”
Sekali Lagi, “Kehilangan” Adalah Realita Hidup Manusia, Ketika Ia Datang Menghampiri, Dengan Tegar Mari Menghadapinya Dengan Tiga Tips Diatas, Sampai Kita Menjadi Pemenang.
Sukses Untuk Anda...!!!